bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang
Gunakankata sifat. Untuk menjelaskan nada karya sastra, gunakan kata sifat tertentu yang menggambarkan nada yang digunakan pengarang, misalnya "suram", "humoris", atau "sarkastis". Analisis Anda akan lebih berwawasan jika nada bisa dijelaskan dengan lebih spesifik. [13] Sebagai contoh, Anda bisa menuliskan "Cerita ini bernada khidmat dan serius.
Inilah6 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata (Diksi) dalam Kepenulisan. Apakah kalian pernah mengalami kesulitan dan kebingungan dalam memilih kata yang tepat untuk tulisan kalian? Kita terkadang ketika menulis atau berkata di depan umum, kata -kata yang digunakan hanya itu-itu saja. Permasalahan di atas tersebut sering kali ditemukan, terutama
Pemilihankata mengacu pada pengertian penggunaan kata-kata tertentu yang sengaja dipilih dan digunakan oleh pengarang. Mengingat bahwa karya fiksi (sastra) adalah dunia dalam kata, komunikasi dilakukan dan ditafsirkan lewat kata-kata.
Olehkarena itu, gaya bahasa seorang pengarang beraliran humanis akan berbeda dengan pengarang yang menganut aliran romantis. Nurgiyantoro (2005:276) menyatakan gaya bahasa ditandai oleh ciri-ciri formal kebahasaan seperti pilihan kata, struktur kalimat, bentuk-bentuk bahasa figuratif, penggunaan kohesi dan lain-lain.
PengertianDiksi atau Pilihan Kata Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata - kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi atau pilihan kata mencakup pengertian kata - kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata - kata yang tepat atau menggunakan ungkapan - ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan
Site De Rencontre Homme Riche Celibataire. - Kunci jawaban berikut dikutip dari Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs edisi revisi 2017 karya Titik Harsiati, dkk. Kurikulum 2013. Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 7 Bab 8 halaman 283 ini memuat materi tentang menelaah unsur buku fiksi dan membuat komentar. Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 7 Kurikulum 2013 ini pun menjadi bahan evaluasi untuk menelaah tingkat pemahaman siswa tentang materi tersebut. Unsur Buku Fiksi 1. Bagaimana judul dan tema dikembangkan? Apakah ada keunikan? Kunci jawaban Judul buku Sometoon Season 1 by Mojito Mohican Penerbit Haru Tema buku Kisah nyata manis dan pahitnya hubungan pria dan wanita 2. Bagaimana pengarang mengembangkan latar cerita? Kunci jawaban Latar cerita dikombinasikan antara teks dan ilustrasi, sehingga penggambaran latar tempat, waktu, dan suasana makin terasa. 3. Bagaimana pengarang mengembangkan tokoh dan watak tokoh? Kunci jawaban Penokohan dikembangkan dengan kombinasi antara teks dan ilustrasi, dan disesuaikan dengan watak orang di masyarakat Korea pada umumnya 4. Bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang? Kunci jawaban Pilihan kata sangat sederhana, sebab didominasi ilustrasi yang menggambarkan segalanya sehingga pembaca memahami cerita 5. Apakah kalimat-kalimatnya memiliki keunikan dan kekuatan untuk membangun cerita? Kunci jawaban Ada kalimat-kalimat unik seperti 'Semua kekesalan yang terjadi pada hari itu, meleleh karena tangannya yang menggenggam tanganku~', 'Saat kau berjalan mendekat, kota ini menjadi lebih berwarna', serta 'Jejak langkah yang selalu sendiri kini tidak kesepian saat bertemu denganmu'. Semuanya memiliki kekuatan akan hubungan pria dan wanita. 6. Tokoh mana yang paling kamu sukai dan mengapa? Kunci jawaban Si pria yang terkesan ghosting padahal dirinya tengah sibuk mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya. Itulah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 7 Bab 8 halaman 283 Kurikulum 2013 tentang menelaah unsur buku fiksi dan membuat komentar. Semoga bermanfaat. * Kunci jawaban hanyalah sebagai referensi belajar, siswa dan orang tua dapat mengeksplorasi jawaban yang lebih baik dari sumber yang tepercaya.***
Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata1. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata dari Buku2. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata Terjemahan3. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata Yang Berasal Dari Koran4. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata Dari Skripsi dan Tugas AkhirTujuan dan Manfaat Adanya Daftar PustakaKesalahan Saat Menulis Daftar PustakaTips Cara Menulis Daftar PustakaPrinsip Cara Menulis Daftar PustakaPenutupCara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata sangat mudah sekali jika kita mengetahui caranya, tetapi masih banyak orang yang belum pustaka termasuk bagian yang amat penting dalam sebuah project karya ilmiah, walaupun penulisan daftar pustaka memang terletak di bagian pada bagian inilah menjadi salah satu penentu apakah karya ilmiah, skripsi, laporan penelitian, disertasi, dan tesis itu benar-benar bisa dipertanggung jawabkan oleh kita dalam ruang lingkup banyak dan beragam sekali tata cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata ini, tetapi ada masuk ke dalam topik cara penulisan daftar pustaka nama pengarang 3 kata, ada baiknya kita bahas dulu mengenai apa itu daftar pustakaDafpus adalah bagian yang penting dalah sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka berisikan tentang nama-nama pengarang, judul buku, halaman, dan berbagai macam informasi rujukan ini diperlukan sekali agar membuktikan setiap argumen, gagasan, atau kuripan yang kita ambil dari orang lain sehingga mencegah karya ilmiah yang kita buat terkena apa sebenarnya tujuan kita dalam menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata? Berikut ini akan ditunjukan alasan kita mengapa perlu mencantumkan daftar seseorang dalam menemukan topik yang berkaitan dengan tulisan para pembaca saat mereka ingin mencari informasi yang lebih lengkap dan jelas mengenai tulisan yang telah penghargaan kepada peneliti atau penulis yang telah mendapatkan teori, gagasan, maupun hasil dari karyanya yang telah kita bukti bahwasanya karya ilmiah yang kita buat bukanlah karya sembarangan atau sembrono dalam membuatnya. Karya kita dibuat dengan berdasarkan bermacam teori atau argumen dari berbagai peneliti yang memang sudah sangat ahli dalam bidang keilmuannya sehingga sesuai dengan topik penulisan tulisan dari kepercayaan dari para pembaca bahwasanya karya ilmiah yang kita buat memang tidak itu, kita juga harus memperhatikan tentang beberapa ketentuan saat hendak melakukan penulisan sebuah daftar pustaka yaituDaftar pustaka wajib dimulai dengan mencantumkan nama penulis, tahun terbit, kota tempat penerbit, dan juga nama dari penerbit pemisah antara nama pengarang, tahun, judul maka kita harus menggunakan tanda titik ..Saat mencantumkan nama penerbit dan setelah menuliskan kota terbit harus dipisah dengan menggunakan tanda titik dua .Kalau ternyata nama pengarang mempunyai dua kata atau lebih, maka nama terakhir diharuskan terbalik dan diberi tanda koma ,.Jika ada nama pengarang terdiri dari dua kata atau bahkan lebih, maka kamu harus menulis nama terakhir dan diletakkan pada bagian paling depan dan kemudian dipisah dengan tanda koma ,.Misal ternyata ada dua pengarang maupun lebih, maka nama pengarang pertama saja yang harus dibalik. Untuk nama pengarang antara pertama dan kedua diharuskan terpisah menggunakan kata hubung “dan”.Cara penulisan untuk setiap daftar pustaka tidak sama, itu tergantung dari sumber yang kita juga Cara Submit Jurnal Nasional dan Internasional1. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata dari BukuPerlu kita ketahui bahwasanya penulisan daftar pustaka itu memiliki beragam cara, hal ini tergantung dari jenis karya ilmiah dan jumlah nama pengarang yang kita kutip teorinya. Berikut ini akan ditunjukan beberapa contoh tentang cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 Abdul Wahab. 2019. Kisah Seorang Kaya Jadi Fakir. Surabaya LPB Husein Ja’far. 2020. Tuhan Ada di Hatimu. Jakarta LPB Jakarta Muhammad, Imam. 2019. Rahasia Sukses Menjadi Orang Lain. Bandung LPB BandungDari contoh tersebut kita mungkin sudah bisa mengira bahwa jika ada nama pengarang berjumlah lebih dari 2, maka penulisan nama akhir harus berada diawal, kemudian dipisahkan dengan tanda koma , dan barulah diikuti oleh nama pertama dan sudah baru kita beri tanda titik . dan dituliskan tahun yang juga kita pisahkan dengan tanda .. nanti selanjutnya baru judul buku titik Kota asaltitikdua dan Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata TerjemahanLalu bagaimana ketika kita harus menulis daftar pustaka yang ternyata pendapatnya kita dapatkan dari buku terjemahan maupun berupa suntingan?Untuk menjawab hal tersebut, maka kita simak penjelasan dibawah iniSaputra, Aji Wahyudi Penerjemah. 2019. Aplikasi Database Terbaik HTML. Surabaya InformatikaMuhammad, Riza Arsyad Penerjemah. 2018. Jadi Hacker dalam 5 menit HTML. Makassar InformatikaAlex, Young Lex Penerjemah. 2019. Kiat-kiat Sukses Menjadi Pengusaha HTML. Papua Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata Yang Berasal Dari KoranBerikut ini adalah beberapa contoh ketika kita ingin menulis daftar pustaka yang bersumber dari Muhammad Ali. 2021. Kiat Sukses Menjadi Pengusaha, Harian Kompas. Purwakarta Media Purwakarta. 10 November 2021.Wijaksana, Uus. 2021. Sukses Menjadi Diri Sendiri, Harian Tempo. Depok Media Depok. 11 November 2021.4. Cara Menulis Daftar Pustaka Nama Pengarang 3 Kata Dari Skripsi dan Tugas AkhirTerakhir bagaimana jika menulis daftar pustaka yang kita ambil dari skripsi tugas akhir mari kita lihat Muhammad Hendi. 2021. Hubungan Kepemimpinan Dengan Hasil Kerja. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sutajaya Muhammad Hendi. 2021. Hubungan Kepemimpinan Dengan Hasil Kerja. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan. Fakultas Ekonomi Univeristas Negeri Sutajaya SutajayaSyarat Publikasi JurnalTujuan dan Manfaat Adanya Daftar PustakaMenuliskan daftar pustaka tujuannya yaitu menguatkan naskah artikel ilmiah. Jikalau sudah tahu ada baiknya ketika mengutip suatu tulisan kita harus mencantumkan untuk menghindari plagiarisme, menuliskan daftar pustaka juga untuk menghargai dan mengapresiasi penulis karena tulisannya sudah mendaji rujukan dalam penulisan artikel dari daftar pustaka selanjutnya adalah membantu pembaca lainnya mengetahui lebih dalam sumber kutipan suatu karya Saat Menulis Daftar PustakaKesalahan apa saja yang sangat sering kita lakukan ketika hendak menuliskan cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata?Berikut beberapa kesalahan yang sering kita lakukan saat menulis daftar kutipan kita mungkin sering mengutip kalimat dari berbagai sumber. Namun, kita juga lupa mencantumkan daftar pustaka dalam artikel. Sebetulnya kesalahan jenis ini bisa diminimalisir, ini dapat dilakukan dengan menggunakan format khusus dan sering menggunakan singkatan. Memang tidak ada larangan untuk menggunakan singkatan, tetapi jika konteksnya untuk penulisan ilmiah, penulisan buku atau hasil penelitian maka singkatan sudah seharusnya wajib konsisten dalam cara menulis daftar pustaka nama pengarang nomor halaman yang salah juga sering ditemui ketika terakhir yang sering ditemukan juga adalah ketika menulis daftar pustaka atau referensi yaitu menyantumkan sumber referensi yang terkenal, namun ketika dirinci ada kesalahan dan tidak sesuai dengan yang Cara Menulis Daftar PustakaBerikut ini ada beberapa tips yaitu silahkan urutkan masing-masing sumber berdasarkan abjad. Tips ini agar memudahkan kita saat mulai menuliskan daftar Cara Menulis Daftar PustakaMemang banyak sekali bentuk prinsip cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata, tergantung aturan lembaga ini adalah prinsip-prinsip yang biasa orang gunakan ketika melakukan cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 nama pengarang tanpa menggunakan penulisnya lebih dari satu orang gunakan artikel harus ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf spasi antara satu referensi judul dengan referensi judul lain sesuai dengan jarak spasi makalah atau skripsi 1,5-2.Jika hanya 1 penulis, gunakan beberapa rujukan, tak lupa nama penulis dicantumkan satu kaliArtikel menarik Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Menulis Jurnal Ilmiah Beserta Panduan TerbaiknyaPenutupItulah beberapa tahapan cara menulis daftar pustaka nama pengarang 3 kata yang diambil dari berbagai sumber. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi kalian dan bermanfaat bagi kiita Post Views 58,385Pos terkaitCara Mendapatkan ID ScopusJasa Publikasi Jurnal Internasional MenengahSyarat Penerbitan Jurnal IlmiahKategori Publikasi Jurnal Ilmiah Terindeks DimanaManfaat Publikasi Jurnal Bagi MahasiswaKenapa Publikasi Jurnal Bayar
Salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, media cetak maupun elektronik. Definisi di atas merupakan definisi... Jawabanparagraf 1 Penjelasangagasan pokok maupun elektronik media cetak seorang pengarang baik yang terdapat dalam buku,jurnal,media cetaksemoga membantu
PILIHAN KATA DIKSI Pengertian Diksi atau Pilihan kata Jika kita menulis atau berbicara, kita selalu menggunakan kata. Kata tersebut dibentuk menjadi kelompok kata, klausa, kalimat, paragraph dan akhirnya sebuah wacana. Di dalam sebuah karangan, diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan. • Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya. • Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti. Contoh Paragraf 1. Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara disana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian. 2. Liburan kali ini Aku dan teman-teman berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak henti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari disana, kami pulang dengan hati senang. Kedua paragraf diatas punya makna yang sama. Tapi dalam pemilihan diksi pada contoh paragraph kedua menjadi enak dibaca, tidak membosankan bagi pembacanya. Syarat-Syarat Pemilihan Kata 1. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan misalnya, bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif. Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif dapat berarti untung atau pukul. Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Kata kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil denotatif tetapi kamar kecil berarti juga jamban konotatif. Dalam hal ini, kita kadang-kadang lupa apakah suatu makna kata adalah makna denotatif atau konotatif. 2. Makna Umum dan Khusus Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang-lingkupnya. Makin luas ruang-lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, maka semakin terbuka kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya. Makin sempit ruang-lingkupnya, makin khusus sifatnya sehingga makin sedikit kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya, dan makin mendekatkan penulis pada pilihan kata secara tepat. Misalnya Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada kata mujair atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak seperti gurame, lele, sepat, tuna, baronang, nila, ikan koki dan ikan mas. Sebaliknya, tawes pasti tergolong jenis ikan demikian juga gurame, lele, sepat, tuna, dan baronang pasti merupakan jenis ikan. Dalam hal ini kata acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti gurame, lele, tawes, dan ikan mas. 3. Kata abstrak dan kata konkret. Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca-indra disebut kata konkret, seperti meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Jika acuan sebuah kata tidak mudah diserap panca-indra, kata itu disebut kata abstrak, seperti gagasan dan perdamaian. Kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang sifat teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata abstrak terlalu diobral atau dihambur-hamburkan dalam suatu karangan. Karangan tersebut dapat menjadi samar dan tidak cermat. 4. Sinonim Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Kita ambil contoh cermat dan cerdik kedua kata itu bersinonim, tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotatif dan makna konotatif suatu kata. 5. Kata Ilmiah dan kata popular Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, serta diskusi-diskusi khusus. Yang membedakan antara kata ilmiah dengan kata populer adalah bila kata populer digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan, kata-kata ilmiah digunakan pada tulisan-tulisan yang berbau pendidikan. Yang juga terdapat pada penulisan artikel, karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis maupun desertasi. Agar dapat memahami perbedaan antara kata ilmiah dan kata populer, berikut daftarnya Kata Ilmiah Kata populer Analogi Kiasan Final Akhir Diskriminasi perbedaan perlakuan Prediksi Ramalan Kontradiksi Pertentangan Format Ukuran Anarki Kekacauan Biodata biografi singkat Bibliografi daftar pustaka C. Pembentukan Kata Ada dua cara pembentukan kata, yaitu dari dalam dan dari luar bahasa Indonesia. Dari dalam bahasa Indonesia terbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar terbentuk kata baru melalui unsur serapan. 1. Kesalahan Pembentukan dan Pemilihan Kata Pada bagian berikut akan diperlihatkan kesalahan pembentukan kata, yang sering kita temukan, baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis misalnya. 1. Penanggalan awalan meng- 2. Penanggalan awalan ber- 3. Peluluhan bunyi /c/ 4. Penyengauan kata dasar 5. Bunyi /s/, /k/, /p/, dan /t/ yang tidak luluh 6. Awalan ke- yang keliru pemakaian akhiran –ir 7. Padanan yang tidak serasi 8. Pemakaian kata depan di, ke, dari, bagi, pada,, daripada dan terhadap 9. Penggunaan kesimpulan, keputusan, penalaran, dan pemukiman 10. Penggunaan kata yang hemat 11. Analogi 12. Bentuk jamak dalam bahasa indonesia 2. Definisi Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep istilah tertentu. Dalam membuat definisi hal yang perlu di perhatikan adalah tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan. Contoh definisi Majas personifikasi adalah kiasan yang menggambarkan binatang, tumbuhan, dan benda-benda mati seakan hidup selayaknya manusia, seolah punya maksud, sifat, perasaan dan kegiatan seperti manusia. Definisi terdiri dari 1. Definisi nominalis Definisi nominalis adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum di mengerti. Umumnya di gunakan pada permulaan suatu pembicaraan atau diskusi. Definisi nominalis ada enam macam, yaitu definisi sinonim, definisi simbolik, definisi etimologik, definisi semantik, definisi stipulatif, dan definisi denotatif. 2. Definisi realis Definisi realis adalah penjelasan tentang isi yang terkandung dalam sebuah istilah, bukan hanya menjelaskan tentang istilah. Definisi realis ada tiga macam, yaitu – Definisi esensial, yaitu penjelasan dengan cara menguraikan perbedaan antara penjelasan dengan cara menunjukkan bagian-bagian suatu benda definisi analitik dengan penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan diferensia definisi konotatif. – Definisi diskriptif yaitu penjelasan dengan cara menunjukkan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut dengan penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana sesuatu hal terjadi. 3. Definisi praktis Definisi praktis adalah penjelasan tentang sesuatu hal yang di jelaskan dari segi kegunaan atau tujuan. Definisi praktis dibedakan atas tiga macam yaitu – Definisi operasional, yaitu penjelasan dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat di amati. – Definisi fungsional, yaitu penjelasan sesuatu hal dengan cara menunjukkan kegunaan dan tujuannya. – Definisi persuasif, yaitu penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain, bersifat membujuk orang lain. 4. Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang di adopsi dari bahasa asing yang sudah sesuai dengan EYD. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia telah banyak menyerap terutama dalam unsur kosa kata. Bahasa asing yang masuk dan memberi pengaruh terhadap kosa kata bahasa Indonesia antara lain dari bahasa Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa Arab, bahasa Inggris dan ada juga dari bahasa Tionghoa. Analogi dan Anomali kata serapan dalam bahasa Indonesia. Penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia terdapat 2 unsur, yaitu – Keteraturan bahasa analogi dikatakan analogi apabila kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dengan pelafalannya. – Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa anomali dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya. 5. Analogi Karena analogi adalah keteraturan bahasa, tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, bisa dalam bentuk sistem fonologi, sistem ejaan atau struktur bahasa. Ada beberapa contoh kata yang sudah sesuai dengan sistem fonologi, baik melalui proses penyesuaian ataupun tidak, misalnya Menurut taraf integrasinya unsur pinjaman ke dalam bahasa asing dapat dibagi dua golongan. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur seperti ini di pakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi penulisan dan pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua unsur pinjaman yang pengucapan dan tulisannya telah di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. 6. Anomali Indonesia Aslinya bank bank Inggris Intern intern Inggris qur’an qur’an Arab jum’at jum’at Arab Kata-kata di atas merupakan beberapa contoh kata serapan dengan unsur anomali. Bila kita amati, maka akan dapat di simpulkan bahwa lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal yang tidak sesuai adalah bank=nk, jum’at=’. Kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk di baca bagaimana aslinya, sehingga timbul anomali dalam fonologi. Contoh Indonesia Aslinya Expose Expose Export Export exodus Exodus Kata kadang-kadang tidak hanya terdiri dari satu morfem, ada juga yang terdiri dari dua morfem atau lebih. Sehingga penyerapannya dilakukan secara utuh. Misalnya Indonesia Aslinya Federalisme federalism Inggris Bilingual bilingual Inggris Dedikasi dedication Inggris Edukasi education Inggris Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan cerita mereka. Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata. Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang tinggi. Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni masalah makna dan relasi makna. sebuah kata / sebuah kalimat mrpkan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut Chaer, 1994 60 terbagi atas beberapa kelompok yaitu a. Makna Leksikal dan makna Gramatikal Makna Leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita. Contoh Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit Tikus itu mati diterkam kucing. Makna Gramatikal adalah untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “ banyak buku.” b. Makna Referensial dan Nonreferensial Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh Kata meja dan kursi bermakna referen. Kata karena dan tetapi bermakna nonreferensial c. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Contoh Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal. Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping. d. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . Contoh Kata melati berasosiasi dg suatu yg suci / kesucian. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis. e. Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan,tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan. Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara. f. Makna Idiomatikal dan Peribahasa Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu. Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa g. Makna Kias dan Lugas Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. Contoh Putri malam bermakna bulan , Raja siang bermakna matahari. KALIMAT EFEKTIF Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif mampu menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis. Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki beberapa syarat sebagai berikut Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya. Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis. Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat. Sistematis dan tidak bertele-tele. Prinsip-Prinsip Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat. Prinsip-prinsip kalimat efektif tersebut akan diuraikan sebagai berikut Kesepadanan Struktur Kespadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu Memiliki subjek dan predikat yang jelas Contoh Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour. Tidak efektif Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour. Efekti Untuk menghindari ketidak jelasan subjek, hindarilah pemakaian kata depan Preposisi di depan Subjek. Tidak memiliki subjek yang ganda di dalam kalimat tunggal. Contoh Pembangunan Jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa. Tidak Efekti Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa. Efektif Kepararelan Bentuk Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina. Contoh Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kaliamt efektif. Tidak efektif Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif. Efektif Kehematan Kata Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk Contoh Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren. Tidak efektif Saya tidak suka buah apel dan duren. Efektif Menghindari kesinoniman dalam kalimat Contoh Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. Tidak efektif Saya hanya memiliki 3 buah buku. Efektif Menghindari penjamakan kata pada kata jamak Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. Tidak efektif Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. Efektif Kecermatan Yang dimaksud kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan makna ganda. Contoh Guru baru pergi ke ruang guru. Tidak efektif Guru yang baru pergi ke ruang guru. Efektif Ketegasan Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokonya sehingga ide pokonya menonjol di dalam kalimat tersebut. Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif. Meletakan kata kunci di awal kalimat Contoh Sudah saya baca buku itu. Tidak efektif Buku itu sudah saya baca. Efektif Mengurutkan kata secara bertahap. Contoh Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. Tidak efektif Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur. Efektif Kepaduan Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah. Contoh Budi membicaran tentang pengalaman liburannya. Tidak efektif Budi membicarak pengalaman liburannya. Efekti Kelogisan Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD. Contoh Waktu dan tempat kami persilahkan! Tidak efektif Bapak kepala sekolah kami persilahkan! Efekti Demikianlah prinsip-prinsip dalam kalimat efektif yang harus ada atau dipenuhi dalam pembuatan kalimat efektif agar tujuan komunikatif kalimat tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada pendengar atau pembacanya. Contoh-contoh kalimat efektif Karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah. Dia memakai baju merah. Sesudah dipahami dan dihayati pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tugas itu bagi saya sangat mudah. Semua mahasiswa diwajibkan membayar uang kuliah sebelum tanggal 26 Februari 2015. Saya sedang membuat nasi goreng. Selanjutnya, saya akan menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan. ALINEA/PARAGRAF Pengertian Paragraf Beberapa pengertian paragraf menurut ahli, diantaranya “Alenia atau paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat” Lamuddin Finoza, 2004149. “Alenia atau paragraph merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan” Sabati Akhadiah, Maidar G. Arsjad, Sakura H. Ridwan, 1988 144. ” Alenia tidak lain dari suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau luas dari kalimat… merupakan himpunan dari kalimatyang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan Gorys Keraf, 197962. Manfaat Paragraf/Alinea Mengekspresikan gagasan tertulis dengan bentuk suatu pikiran yang tersusun logis dalam satu kesatuan. Menandai peralihan gagasan baru dalam sebuah karangan yang terdiri dari beberapa paragraf. Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah. Memudahkan pengendalian variabel dalam karangan. Unsur-Unsur Paragraf Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya. Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf. Unsur-Unsur Paragraf Dalam pembuatan suatu paragraf harus memiliki unsur unsur pembangun paragraf agar paragraf atau alinea dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya. Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf. Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis yaitu Deduktif kalimat utama diletakan di awal alinea Induktif kalimat utama diletakan di akhir anilea Variatif kalimat utama diletakan di awal dan diulang pada akhir alinea Deskriptif/naratif kalimat utama tersebar di dalam seluruh alinea Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas. Judul kepala karangan, untuk membuat suatu kepala karangan yang baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu Provokatif menarik Berbentuk frase Relevan sesuai dengan isi Logis Spesifik Ciri-Ciri Kalimat Utama Dan Penjelas Ciri kalimat utama Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut. Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri. Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain. Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi. Ciri kalimat pendukung Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri. Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik. Tujuan Pembentukan Paragraf Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema. Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal. Struktur Paragraf Paragraf terdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama. Syarat-Syarat Paragraf Kesatuan Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik. Koherensi Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan sistematika urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa kelompok kata dalam bermacam-macam hubungan. Macam-Macam Paragraf Eksposisi Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi. Contoh Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat. Argumentasi Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti. Contoh Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton 1992 bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana. Deskripsi Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut. Contoh Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna. Persuasi Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu. Contoh Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai. Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi. Contoh Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia. Paragraf dalam Sebuah Karangan Paragraf pembuka Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Contoh paragraf pembuka Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau makan. Paragraf penghubung Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang. Paragraf penutup Paragraf penutup biasanya berisi simpulan untuk argumentasi atau penegasan kembali untuk eksposisi mengenai hal-hal yang dianggap penting. Contoh paragraf penutup Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utama Paragraf deduktif Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus. Contoh paragraf deduktif Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru. Paragraf induktif Paragraf induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum. Contoh paragraf induktif Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien. Paragraf campuran Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali. Contoh paragraf campuran Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. Macam-macam paragraf berdasarkan isi Paragraf deskripsi Paragraf deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita. Contoh paragraf deskripsi Dari balik tirai hujan sore hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona. Paragraf proses Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks. Paragraf efektif Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat. Paragraf merupakan sebuah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok dalam bentuk rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk kohesi dan makna koherensi. Berikut ini merupakan pola pengembangan paragraf, yaitu Perkembangan Alinea 1 Pola paragraf definisi merupakan penjelasan sesuatu dengan jelas. Pola paragraf definisi biasanya menggunakan sebuah konjungsi adalah, ialah, yaitu yang dicantumkan pada paragraf supaya lebih mudah dimengerti. Contoh Pola Pengembangan Paragraf Definisi Apakah itu Intranet? Kata intranet ini mungkin masih banyak orang awam yang belum mengetahuinya. Kata intranet hampir menyerupai dengan kata internet, namun terdapat perbedaan dari internet dan intranet. Jadi intranet merupakan sebuah jaringan komputer yang berbasis protokol TCPTransfer Control Protokol atau IPInternet Protokol seperti halnya sebuah internet, hanya saja intranet digunakan dalam keadaan internal dari sebuah lembaga, perusahaan, kantor, bahkan warung internetWARNET pun dapat dikategorikan sebagai intranet. Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh di dalam suatu tempat atau wilayah. Akan tetapi sebuah intranet tidak perlu terhubung menuju sambungan jaringan ke luar tempat atau wilayah, sehingga intranet hanya terhubung dalam suatu jaringan di dalam suatu tempat atau wilayah. Intranet menggunakan semua protocol TCPTransfer Control Protokol atau IPInternet Protokol dan aplikasinya, sehingga semua komputer yang terhubung dengan intranet memiliki “private” internet. 2 Pola paragraf sebab-akibat atau yang pada umumnya disebut pola kausal, dapat dinyatakan dengan menggunakan sebab-akibat suatu peristiwa. Dalam hal ini sebab dapat menjadi gagasan utama, sedangkan akibat dapat menjadi perincian pengembangannya, ataupun sebaliknya. Contoh Pola Pengembangan Paragraf Sebab-Akibat Jika kita sering berolahraga dengan benar, tentunya tubuh kita akan sehat dan bugar. Olahraga dapat memiliki banyak manfaatnya terhadap kesehatan tubuh. Dengan proporsi dan pilihan yang tepat dengan dilakukan secara teratur, olahraga yang kita lakukan dapat mencegah dan membantu proses penyembuhan penyakit. Telah banyak riset yang terus mencoba menemukan manfaat lain dari olahraga. Selain dapat menjaga tubuh dan mencegah kegemukan, olahraga juga dapat sebagai alternative untuk proses penyembuhan seperti halnya obat-obatan. Karena olahraga memiliki lebih sedikit efek samping dibanding jenis pengobatan lainnya. Sebenarnya yang membuat olahraga mampu berfungsi sebagai salah satu cara pengobatan yang efektif yaitu olahraga dapat memperkuat otot dalam tubuh yang bekerja paling keras, yakni jantung. Olahraga teratur mampu memacu tubuh mencapai detak jantung optimal 60 hingga 70 persen dari detak jantung maksima, sehingga mampu membuat jantung berdetak secara efisien, memperkuat pembuluh arteri dan melancarkan sirkulasi darah. 3 Pada pola paragraf proses merupakan termasuk jenis paragraf deskriptif. Paragraf proses yaitu paragraf yang menjelaskan atau menginformasikan suatu proses terjadinya atau proses bekerjanya sesuatu urutan langkah. Contoh Pola Pengembangan Paragraf Proses Tentunya kita semua mengetahui makanan yang bernama tempe. Tempe yang sering kita konsumsi merupakan makanan murah dan bergizi. Banyak protein yang dikandung oleh tempe. Cara membuat tempe pun tidaklah sulit. Bahan yang akan diolah mudah diperoleh, yaitu kacang kedelai atau kacang-kacangan lain. Namun, bahan yang biasanya digunakan adalah kacang kedelai. Untuk membuat tempe, langkah yang pertama kali dilakukan yaitu mengambil kedelai yang sudah kita siapkan sebelumnya. Kita pilih terlebih dahulu kedelai yang bagus dan bersih. Kemudian, cuci bersih dengan air yang mengalir, dan kita rebus sampai terlihat masak. Rebusan tempe yang masih panas tersebut dibiarkan satu atau dua jam sehingga menjadi dingin. Kulit kedelai masih melekat walaupun ada juga yang sudah mengelupas. Sekarang usahakan supaya kulit kedelai mengelupas semua. Caranya, masukkan kedelai ke dalam bakul, letakkan di bawah pancuran air dan aduk secara terus-menerus. Lakukan hal itu sampai kedelai terkelupas semuanya. Sambil membersihkan kedelai, didihkan air didalam panci besar, kemudian masukan kedelai yang telah dibersihkan dan rebus hingga empuk, setelah terlihat empuk, angkat dan buang airnya. Cuci kedelai dibawah air mengalir untuk membuang sisa kulit arinya, kemudian tiriskan hingga kering. Atur kedelai didalam wadah dengan permukaan lebar, setelah dingin taburi permukaan kedelai dengan ragi tempe, aduk hingga merata, kemudian masukan kedelai yang telah diberi ragi kedalam plastik secara merata, tutup rapat ujungnya, kemudian lubangi plastik tersebut secukupnya untuk udara. Simpan bungkusan tempe tersebut ditempat yang terdapat sirkulasi udaranya selama kurang lebih 35 jam. 4 Paragraf contoh merupakan sebuah paragraf ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan menggunakan sebuah contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya. Contoh Pola Pengembangan Paragraf Contoh Sebagai seorang pengusaha harus memiliki modal untuk mambangun usahanya. Seorang pengusaha besar biasanya memiliki modal yang besar dalam membangun usahanya. Sedangkan pengusaha kecil biasanya memiliki modal yang kecil dalam membangun usahanya. Baik itu bermodal besar maupun bermodal kecil, seorang pengusaha diarahkan untuk mengolah dan mengatur modal tersebut agar mendapatkan keuntungan yang hendak dicapai. Bagi pengusaha yang bermodal kecil, jika berani mengambil resiko, rintangan dan tantangan dalam mengembangkan usahanya, maka akan dapat menjadi seorang pengusaha yang besar. Jatuh-bangun sebuah usaha akan memberikannya pengalaman dan kekuatan untuk memperluas usahanya sehingga menjadikannya seorang pengusaha yang besar. Banyak pengusaha besar berawal dari modal yang kecil sehingga memiliki usaha bermodal besar dengan sikap pantang menyerah dan memiliki keberanian dalam membangun usahanya. Hal tersebut merupakan sebuah contoh bahwa seorang pengusaha yang bermodal kecil dapat menjadi pengusaha besar dengan keberanian dan sikap pantang menyerah. 5 Pola Paragraf Klasifikasi merupakan suatu pengembangan paragraph melalui pembentukan kelompok yang berdasar atas sifat-sifat tertentu. Kata atau ungkapan yang biasanya digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan. Contoh Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi Pengklasifikasian pada tumbuhan memiliki tujuan dan manfaat. Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu cara sebagai pembentukan kelas-kelas, kelompok, atau unit melalui pencarian keseragaman dalam keanekaragaman tumbuhan. Pengklasifikasian tumbuhan memiliki tujuan untuk menyederhanakan ruang lingkup obyek studi yang akan diteliti. Klasifikasi tumbuhan dapat membantu dalam mengetahui jenis-jenis tumbuhan, mengetahui hubungan antar tumbuhan dan mengetahui kekerabatan antar tumbuhan yang beraneka ragam. Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda, yang dari waktu ke waktu menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang berbeda. Namun pada prinsipnya, kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi, misalnya klasifikasi berdasarkan lingkungan hidupnya, seperti tumbuhan air, tumbuhan darat, tumbuhan dataran tinggi, tumbuhan dataran rendah, atau berdasarkan kegunaannya seperti tumbuhan sandang, obat-obatan, hias, dan lain sebagainya. Sumber
Tanggapan terhadap isi buku fiksi dilakukan dengan mengomentari unsur-unsur dari buku fiksi tersebut. Adapun unsur-unsur buku fiksi yang dapat dikomentari antara lain sampul buku, rincian subbab buku, tokoh dan penokohan, tema cerita, bahasa yang digunakan, penyajian alur cerita, dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita. Dalam menyajikan tanggapan terhadap isi buku fiksi dapat dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan terhadap unsur-unsur buku tersebut dan jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dibangun menjadi komentar terhadap isi buku. Adapun contoh pertanyaannya seperti Bagaimana judul dan tema dikembangkan?Apakah ada keunikan dalam pengembangan judul dan tema? Bagaimana pengarah mengembangkan latar cerita? Bagaimana pengarang mengembangkan tokoh dan watak tokoh? Bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang? Apakah kalimat-kalimat yang digunakan pengarang memiliki keunikan dan kekuataan dalam membangun cerita? Dengan demikian, tanggapan terhadap isi buku fiksi dilakukan dengan mengomentari unsur-unsur dari buku fiksi tersebut.
bagaimana pilihan kata yang digunakan pengarang